Cerpen
Cemoohan guru membawa berkah
Di sebuah sekolah ada seorang guru, ia bernama Pak Didi, ia mengapu mata pelajaran IPA Fisika, dan beberapa muridnya bernama Firman, Dina dan Diva, Mereka berada di kelas Xg.
Suatu hari, pada jam ke 6-7, Pak Didi sedang menerangkan teori fisika di kelas Xg. Ketika Pak Didi menerangkan teori, Firman, Dina dan Diva bercanda sendiri.
Pak Didi pun berhenti sejenak dan menatap dengan mata yang seram dan tajam pada ketiga anak tersebut,dan menegurnya.
“Firman, Dina, Diva, ada apa? Ribut terus dari tadi,”Tanya Pak Didi.
Tiga anak tersebut diam tak menjawab pertanyaan dari Pak Didi, lalu Pak Didi pun melanjutkan pelajaran Fisikanya kembali. Ketika teorinya hampir selesai, tiga anak tersebut bercanda kembali sampai-sampai Pak Didi emosi dan membentaknya.
“Firman, Dina, Diva maju!!!” bentak Pak Didi.
Lalu mereka bertiga maju ke depan dengan ragu-ragu karena mungkin takut dengan Pak Didi
“Kerjakan soal no1 sampai 3. Firman no 1, dina no 2, dan diva no 3. Sekarang…!!!!. yang bisa mengerjakan silahkan duduk.” Perintah Pak Didi.
Walaupun lama mengerjakan Dina dan Diva pun dapat mengerjakan soal yang di berikan oleh Pak Didi tadi. Tinggal firman yang belum dapat mengerjakan soal.
Beberapa menit kemudian . . . . . .
“Bagaimana Firman? Soal gampang gini kamu nga bisa!. Di terangin nga memperhatikan!!”tegur Pak Didi.
Firman hanya diam dengan keringat di badanya yang semakin bercucuran.
“Ditanya diam! Disuruh maju ngga bisa. Mau jadi apa kamu??? Dasar anak bodoh. kalau begini terus, kamu tidak akan bahagia hidup di dunia. Boro-boro bahagia naik kelas aja mungkin enga bisa.” tutur Pak Didi.
“Oh..Seperti itu ya pak?? Kata siapa,” ledek Firman
“Oh berani juga kamu melawan Guru rupa-rupanya.” Jawab Pak Didi
“ Loh kenapa ngga? Toh aku punya mulut.” Saut Firman
“Punya mulutko nga di jaga, Ingat mulut itu manis tapi tajamnya lebih daripada pisau, kalau begini mau jadi apa kamu kelak nanti??” Pak Didi melawan
Lalu beberapa menit kemudian Firman menjawab dengan tegas.
“ Saya akan menjadi orang yang dibutuhkan orang banyak nantinya, dan saya akan buktikan bahwa omongan Bapak itu salah,dan sangat salah, Ingat Pak dunia pasti berputar, camkan itu” Jawab Firman dengan ketus
“ Ok! Bapak akan unggu janjimu.” Jawab Pak Didi
Lalu Firman duduk dan merenung, tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi.
Setelah sepuluh tahun, Firman menjadi doctor spesialis penyakit dalam, Bahkan 3 bulan ia menjadi Doctor, ia dijuluki “Doktor Renyenbuh Cepat.” Ya walaupun itu semua datangnya dari Allah.
Suatu ketika Pak Didi sakit. Pak Didi sudah berobat ke mana-mana Tetapi hasilnya nol.
Dan pada saat itu tetengga Pak Didi menyuruh beliau agar berobat ke Dr. Firman karena Ia pernah disembuhkan berkat Dr. firman.
Lalu pak didi pun pergi ke Dr. Firman.
Pada saat Pak Didi masuk ruang periksa, Firman memendangi wajah Pak Didi. Firman meneteskan air mata,karna Firman tau bahwa pasien yang akan diperiksa adalah mantan gurunya. Tetapi Firman diam.
Firman teringat massa lalunya ketika ia diberi kata-kata kasar.
Ahirnya firman bertanya selayaknya doctor dengan pasien.
“Maaf Pak,B sakit apa yah?” Tanya Dr. Firman
“Ini Dok, sakit pada perut.” Jawab Pak Didi.
“Owh nama Bapak siapa yah..??” Tanya Dr. Firman.
“nama saya didi”jawab Pak Didi.
Firman meneteskan air mata dan Firman menjelaskan kepada pak didi.
“Pak ini Saya Firman, yang dulu pernah berjanji dengan bapak , bahwa saya bisa menjadi orang yang dibutuhkan orang banyak. Terimakasih ya Pak? berkat omongan Bapak saya bisa seperti ini,Kalau Bapak tidak ngomong seperti itu mungkin saya masih sama seperti dulu, masih jadi pecundang Yang nga tau bagaimana harus menjalani hidup.” Ungkap Firman
Pak Didi shok dan pingsan.
Selesai
Karya : untung dimas prayogi
Kelas : x-g
Sekolah : sma negeri 1 pangkah.
Alamat : jenggawur RT 4/1 kec. pangkah Kab.tegal
I like it..............
BalasHapusmz adit: hahahaaaa... thanks ya mass
BalasHapusmmm...bagus uyyy...
BalasHapusapik ndip... nggawe maning owh....
BalasHapus