KUTUKAN
Ibu dan bapaku berasal dari desa, mereka
bertemu berkenalan dan akhirnya menikah, mereka bermimpi bahwa setelah menikah
maka kehidupan akan semakin bahagia daripada masa lajangnya. Namun keadaan ini
tidak seperti yang mereka bayangkan, mereka harus menghaadapi rintangan demi
melahirkan anak. Kelahiran anak pertamanya tidak bisa di timang- timang karena
anak pertamanya meninggal hanya dalam waktu 1 minggu di dunia. Begitu pula
dengan anak ke dua sampai ke tujuh.
Aku
adalah Anak ke 8 dari10 Saudaraku, tapi 9 saudaraku meninggal dunia pada
saat masih bayi, Akupun lahir secara sesar karna aku hanya 7 bulan berada dalam
rahim ibuku.
Tepatnya pada tanggal 12 Agustus 1995
Aku di lahirkan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Rasa gembira, senang, sedih
bercampur menjadi satu dalam hangatnya Keluargaku karna mereka sudah
menginginkan sebuah keturunan, bahkan demi Aku hidup Ayahku mempunyai
kepercayaan yang aneh, itu semua karena ayahku tidak pengin kejadian yang lalu
terjadi lagi ia mulai terpengaruh oleh teman kenalanya yang seketika itu juga
sedang menunggu anaknya yang baru lahir.
“Pak Fahri… Anaknya kecil banget?” Tanya
Pak Fajar.
“ya pak,orang dia cuman 7 bulan di
kandungan beratnya juga hanya 1,4 kg.” jawab Ayahku
“Kecil amat yah pak? Ngga salah tuh?”
“ya emang segitu, untung aja masih bisa
hidup, tidak seperti tujuh Kakaknya.”
“emang ada apa dengan tujuh Kakaknya?”
“ mereka hanya bertahan hidup ketika
berumur tiga sampai enam hari di dunia.”
“wallah, kejadian ini seperti tetangga
depan rumahku, coba nanti Bapak panjangkan rambutnya hingga ia di sunat dan
ketika di sunat mencukurnya pun harus di tepi pantai dan rambutnya di buang ke
laut beserta sesaji dan 1 gluntung kepala kerbau.”
“ ah massa”
“coba saja Insya Allah berhasil.”
Ayahku pun mengikuti saran teman barunya
itu. Setelah beberapa tahun di Jakarta aku merantau ke kampung dan hidup di
kampung.
Dimanja itulah kata yang tepat untuk
masa kecilku! Aku slalu di perhatikan, di berikan apa yang aku inginkan oleh
orang tuaku hingga aku Aku besar, rambut yang semakin panjang membuatku seperti
perempuan, ejekan, cemoohan selalu aku terima hingga waktu sunatan pun tiba.
Aku melewati prosesi sunatan beserta
cukur rambut itu, Aku di sunat dan rambutku yang hampir 1,5 m itu di cukur di
tepi pantai beserta sesaji - sesaji yang telah di persiapkan. Bukan itu saja,
Aku pun harus mandi kembang 7 rupa, mandi air 7 sumur tua, dan yang terahir
adalah prosesi ruatan.
Akupun sekarang tidak seperti seorang
perempuan lagi, cemoohan dan ejekan itupun sirna seketika itu. Aku sekarang
berasa seperti laki-laki yang sesungguhnya, karna rambutku yang panjang telah
di sulap menjadi cepak. Namun keadaan ini tidak malah menjadi baik seperti yang
Aku kira,karna ketika Aku menginjak dewasa sifatku semakin berubah, Aku semakin
keperempuan- perempuanan, Aku mulai merawat diri, pergi kesalon,sering shoping,
sering hang out bahkan pada akhirnya Aku terjerumus ke dunia yang menurut orang
itu adalah perbuatan keji yaitu bergaul dengan sesama pecinta sejenis atau
biasa di sebut kaum gay, mungkin itu juga karna pengaruh temanku juga.
Sejenak Aku berfikir apakah ini sebuah
kutukan untukku? Hari- hari ku slalu di selimuti rasa gelisah karna Aku takut
orang lain tau akan kelakuanku,firasat dan mimpi- mimpi buruk yang selalu
datang padaku membuat Aku semakin tak karuan, semua itu tidak bisa Aku
ceritakan kepada orang lain karna Aku takut di kucilkan. Rasa ingin tahuku akan
sebuah kutukan itupun berlanjut hingga sekarang. Karna selalu ada hal- hal
mengejutkan yang sulit di tebak dan bisa terjadi kapan saja yang membuat air
mata ini selalu menetes karena tidak kuat dengan kutukan itu.
Aku ingin seperti teman lelaki lain yang
normal. Namun keadaan yang membuat Aku ragu di setiap Aku akan melakukan
perubahan. Kejadian ini berlanjut sampai aku lulus SMA. Dan pada suatu ketika
tepatnya malam minggu teman SMP ku yang bernama Bayu main ke rumahkuyang
seketika itu sedang sepi, Aku ngobrol dengannya hingga larut malam, tak sadar
Aku mulai di rayu olehnya dan bercumbu dengannya, tiba- tiba ibuku yang sedang
pergi pengajian pulang dan melihat ku sedang bercumbu denganya tapi ia pura-
pura tak tahu akan hal ini, aku langsung menjauh dari bayu dan merapikan
pakaianku, aku lanjut ngobrol denanya hingga jam setengah 12 malam,akirnya Temanku
pun pulang seketika itu juga.
Saat temanku pulang akupun di hajar
habis- habisan oleh ibuku dengan penggaris panjang, aku di pecut hingga aku
berdarah.
“dasar anak tidak tahu diri, ibu malu
punya anak seperti mu” teriaknya sambil melucutiku
“ ampun bu- ampun!!” pintaku sambil
bersujut kepadanya
“pergi kamu1 dan jangan pernah kembali
kerumah ku lagi!kau telah menggotori nama keluarga.”
“tapi bu, ini sudah larut malam?”
“ ibu tidak peduli! Pergi kamu”
Dengan cucuran air mata Aku pergi sambil
membawa tas rangsel berisi pakaianku, bingung, sakit, lapar,dan dingin Yang
kurasakan seketika malam itu. Langkah kakiku semakin pelan, energiku berkurang
tak tahu tujuan dan arah, bayupun tidak mengangkat telfon ku, malah ia merichek
semua panggilanku Aku pun semakin
gelisah, tapi aku tetap menyusuri jalan yang semakin sepi, tiba- tiba suara motor menghampiriku.
“ Alvin…? Kamu Alvin kan?” Tanya ka
david
“ ka david ! iya Aku Alvin ka.”
“Kamu kenapa Vin?? Ayo naik kakimu
berdarah tuh!”
Akupun diajak kerumah ka david, aku
mandi dan bercerita semuanya kepada ka david. Pada saat aku menceritakan itu semua kepada ka david kadavid agak ketakutan
karena dia takut aku akan mengganggunya, namun aku berjanji terlebih dahulu
kepada ka david bahwa aku tudak akan
menggangunya, Ka david adalah kakak kelasku pada saat
SMA dulu, sekarang ia menjadi polisi.akupun di ajak tingal dengan ka david
untuk beberapa waktu, di rumah ka david aku di perlakukan seperti adik sendiri.
Tapi aku tidak bisa berlama- lama di rumah ka david karena aku harus segera
mencari pekerjaan untuk hidupku sendiri.
Saat ka david berada di ruang tamu aku
berpamitan dengannya karna aku harus mencari pekerjaan secepat mungkin.
“ka david, Alvin mau izin pulang ka?”
“pulang kemana?”
“aku akan merantau ke Jakarta ka?”
“kenapa tidak di sini aja? Di sini juga
banyak pekerjaan? Apa perlu kaka carikan? ”
“tidak usah lah ka .. kaka sudah banyak
membantu ku, terimakasih yah ka atas semuanya, aku tidak akan melupakan kaka.”
“ tunggu, ini ada sedikit uang untuk
mu.”
“makasih ka.”
Akupun pergi, dengan uang pas-pasan aku
nekad pergi menyusuri kota metropolitan yang macet itu, aku melintasi berbagai tempat dari
mulai bundaran HI, patung pancoran dan gedung- gedung tinggi pencakar langit,
akupun berhenti di depan sebuah kantor kecil milik perusahaan motor terkenal di situlah aku
mendaftarkan diri sebagai deep collector, aku di interview dan akhirnya aku di
terima menjadi deep collector. Aku melewati masa treaning aku di bina secara
fisik dan batin mulai dari latihan kemiliteran, olahraga, terapi kecerdasan
dll. tiga bulan mengikuti masa training rasa lelah mulai melanda namaun keadaan itu terbayarkan ketika aku mendapatkan surat
panggilan dari pusat bahwa aku menjadi pegawai tetap dan menjadi ketua manajer
di kantor cabang.
Puji syukur atas apa yang telah di
berikan kepadaku, ternyata hidup itu indah,dan menurutku apa yang ada pada diri
kita itu semua berawal dari kelakuan kita, jika kita berkelakuan baik maka
semuanya pasti akan baik, dan kutukan memang ada dan kita wajib percaya tapi
jangan pernah menyalahkan kutukan itu jika kelakuan kita itu seperti manusia
yang terkutuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar